Diposkan pada coretanku

Melangkah ke Gerbang Baru Sewaktu Lalu

Hai gengs, selamat malam.. Maaf saya sudah lama tidak memposting tulisan di blog, karena ada sedikit kegiatan.. Pasti pada penasaran kan? Hehe

Mungkin kalau ada yang mantengin Facebook atau Instagram saya, pasti tau kegiatannya apa. 😉

Oke.. Selamat membaca kisah baru saya kali ini..

Malam itu, saat orang tua saya mengunjungi rumah sepupu, sebut saja “BUNGA”. Dia menawarkan saya untuk ikut pergi ke pare (Kampung inggris). Karena kebetulan saya masih liburan semester. Saat di suruh orang tua saya untuk ikut, awalnya saya tidak ingin mengikuti ajakan itu. Mau tahu alasannya apa?

Oke. Alasannya sepele, “Karena saya takut, saya tidak bisa bahasa inggris sama sekali. Saya takut di tertawakan, bahwa seorang mahasiswi seperti saya ini, bisa di ibaratkan nilai bahasa inggrisnya nol.” Payah banget ya saya, haha.

Namun dengan nekat saya tetap berangkat kesana, meskipun saya tetap ada rasa ketakutan, takut di tertawakan apa lagi di bully.

Minggu pagi sekitar jam setengah tujuh pagi, tepatnya tanggal 09 agustus 2015, saya nekat berangkat ke Pare, kediri. Di perjalanan ternyata kami tersesat, tidak tahu jalan, hingga mendapat jalan yang sangat jauh hingga sampai di tujuan. Siang hari kami sampai di sana, saya lupa jam berapa, mungkin sekitar dhuhur.

Lanjut Gengs!!!!!

Setelah itu, kami bingung mau kemana, kami berhenti di warung pinggir VOC English Course

20150810_061751

Dan kami ber- empat jalan mencari tempat kursus, satu per satu tempat kami masuki, hingga terkumpul banyak sekali kertas panduan harga camp dan paket program kursus yang berbeda-beda. Oke, dan sekitar jam setengah tiga sore, kami memutuskan untuk mengambil program di Global English. Tempat yang sudah mempertemukan saya dengan orang-orang hebat.

20150810_062018

Pertama setelah daftar, kami di interview terlebih dahulu, untuk mengetahui tingkatan penguasaan bahasa inggris di setiap member. Dan saat itu saya pun kembali takut, alhasil menjawab semua pertanyaan dengan geleng kepala dan bilang “Tidak tahu”. Hehe

Setelah selesai, saya di semangati oleh mbak-mbak interviewer, agar saya tidak malu dan tetap semangat untuk belajar. Oke dari situ semagat saya mulai tumbuh. Disini saya belajar, memang dari nol, saya tidak boleh malu mengakui ketidak bisaan saya, karena saya tidak bisa maka dari itu saya ingin belajar disini. 😀

Lanjut Gengs!!!!

Masalah mencari tempat belajar sudah dapat, tinggal mencari camp. Karena camp dari global kebetulan sudah penuh, sehingga kami harus mencari camp di tempat lain.

Singkatnya, kami memutuskan untuk tinggal di VOC english course. Keluarga yang tadinya mengantar kami ke pare pun kembali pulang. Dan kami mulai siap untuk belajar disini. Oke, besok (senin) adalah hari pertama kami mengikuti program. Oh ya, disana saya hanya mengikuti tiga program, yaitu:

  1. Pre Speaking;
  2. Vocabulary;
  3. And Pronunciation;

Pagi-pagi kami ke tempat global untuk melihat kelas yang kami dapatkan, sukurlah saya sekelas dengan dua dari teman saya ini.

Sip, lanjut Gengs!!!

Pagi masalah kelas sudah selesai, sekarang tinggal mencari tempatnya. Inilah yang juga memakan waktu, kita memuatar-mutar hingga balik lagi ke tempat awal, gara-gara tidak tahu arah, meski pun sudah ada petunjuknya.hehe

20150810_064131

Akhirnya kami pun tanya dengan mas-mas yang kemarin saya lihat juga ada di global, dan kami pun di beri tahu arah mana yang harus kami lewati, dan ternyata tempat kelas kami sudah kami lewati tadi. Saya dan teman-teman balik kesana, dan mengikuti pelajaran. Oke, saya disini tidak boleh malu, hanya karena saya tidak bisa. Inilah yang menjadi penyemangat saya untuk belajar disini, sebelumnya saya kira tempat ini akan jadi penekan saya seperti di kuliah (Setiap saya tidak bisa melakukan sesuatu, saya akan di tertawakan, atau di remehkan). Namun saya salah, disini semua saling menyemangati, tidak ada yang menertawakan saya, saya semakin semangat belajar. Di tambah mendapat tutor yang juga bisa menghibur kami saat di tengah pelajaran.

Satu hal yang tidak saya temukan di tempat saya kuliah, yaitu cara mereka berkomunikasi juga menanggapi teman-temannya. Sangat-sangat dewasa, tidak ada pembullyan satu sama lain. Semakin enjoy, dan membentuk keluarga baru. Ya, saya memiliki keluarga baru di global english.

Rasa ketakutan saya sebelumnya mulai hilang, karena apa yang saya pikirkan tidak ada satu pun yang terjadi. Sayang saya hanya bisa disana dua minggu. Saya pun bertekat untuk kembali lagi liburan semester depan, terus kembali hingga saya benar-benar bisa bahasa inggris. Setelah dari tempat itu, saya memiliki cita-cita baru. Berhubung mahasiswa psikologi harus melanjutkan S2, saya pun memiliki cita-cita bisa melanjutkan S2 di luar negri, ya saya ingin kuliah di luar negri. Hehe..

Waktu tidak terasa sangat cepat berlalu, hari kamis tanggal 20 agustus 2015, kelas pronunciation diadakan di Ngaropi cafe, tempat nongkrongnya para muda-mudi kampung inggris.

C360_2015-08-20-23-07-19-096

Ini adalah kelas yang paling seru, banyak tertawa di dalam keseriusan di kelas, ada empat member yang menjadi bintang disini. Bintang, yang bisa mencairkan suasana, membuat kelas tidak pernah membosankan. Banyak hal yang saya pelajari di luar materi bahasa inggris. Terutama semangat mereka disini untuk belajar, ya saya sangat suka dengan semangat mereka. Tadi saya bbm beberapa teman, untuk menanyakan apakah mereka sudah melihat nilai mereka setelah ujian?

Ada beberapa yang menjawab, “Tidak, karena saya disini tidak mencari nilai. Saya disini untuk belajar.” Wao keren sekali jawaban mereka.

Semangat gengs, kalian pasti bisa mendapatkan apa yang kalian cari, selama kalian mengikuti proses dan menjalani apapun rintangan yang ada di depan mata kalian.

Oke ceritanya sampai disini saja, tunggu cerita saya selanjutnya ya.

Oh ya, untuk kalian yang ingin jago bahasa inggris, jangan ragu untuk datang ke Global English “Pare, kediri”. Kalian akan mendapat banyak pengalaman, dan mendapat tutor-tutor yang pastinya menyenangkan.

Ini adalah beberapa foto kegiatan teman-teman Global English waktu agustusan 😀 yuk silakan di lihat ^_^

C360_2015-08-18-18-55-53-785 C360_2015-08-18-18-54-53-765 C360_2015-08-18-18-54-24-018 C360_2015-08-18-18-53-43-768 C360_2015-08-18-17-36-04-355 20150818_073823 20150818_073759

Dan ini adalah teman-teman dari program yang saya ambil, bersama para tutor20150820_07563720150817_08281420150820_21300520150819_08143720150817_10333820150819_082740

Diposkan pada coretanku

Di saat Malam Tiba

Selarut hari terbawa embun terbang mendinginkan hati, aku berdiam di sudut malam dengan pena dan selembar kertas usang ini. Selarut jiwa ku yang sepi meratap pun tak pernah. Aku menyenangi semua ini karena keadaan. Hidup membuatku penuh hayal, hayal bocah kecil yang di tertawakan. Mata sipit ini tak juga terpejamkan, ia masih mencoba memperlihatkan ku banyak hal. Aku keluar jendela dan duduk di balkon depan kamar. Hujan tengah turun cukup deras malam ini, banyak para hewan kecil bernyanyi seakan mengajak ku menari bersama. Aku sungguh tak mengerti, hari malam ini nyatanya sangat ramai, namun mengapa aku merasakan ketenangan. Serasa para hewan mungil sangat menikmati hari-harinya dikala malam, meski dingin mulai menusuk tulang-tulang kecil mereka. Nyanyian itu, ya nyanyian itu selalu meyakinkanku bahwa mereka selalu bahagia di kala hari mulai menidurkan para manusia. Namun hal itu tak kurasa di saat matahari mulai menyilaukan mata.

Diposkan pada coretanku

Samira

Samira seorang anak berusia 10tahun, samira berbeda dengan teman-teman seusianya, jika anak-anak yang lain menyukai bermain di luar, jalan-jalan dengan keluarganya, bersepeda, dan lain sebagainya. Namun, samira ini adalah seorang anak yang bisa di bilang introvert, dia lebih suka berdiam diri di rumah, kurang suka bergaul dengan teman-temannya, menyendiri adalah hal yang paling dia senangi, dia adalah anak yang sangat pendiam, kurang suka berkomunikasi atau bermain dengna teman-temannya di luar rumah maupun pada jam istirahat sekolah. Orang tuanya kurang menyetujui atas kebiasaanya ini, namun samira selalu mengatakan, “Inilah yang membuatku senang, aku berbeda dengan mereka, ini yang aku rasakan saat ini. Jika teman-teman ku menyukai bermain di luar, jalan-jalan dan lain sebagainya. Sedang aku lebih suka di rumah, membaca buku, menggambar, menulis. Aku rasa ini lebih bermanfaat, dan aku juga suka ketenangan, bukan keramaian. Tolong jangan paksa aku menjadi orang lain, inilah aku.” Itulah yang selalu samira katakan kepada orang tuanya, guru-gurunya sudah mencoba membantu samira agar ikut bermain saat jam istirahat, namun belum juga ada kemajuan. Teman-teman di sekolahnya selalu mengatakan dia aneh dan tidak berguna hanya karena sikap diamnya tersebut. Di balik diri samira yang diam, samira adalah seorang anak yang berbakat, dia sangat pandai melukis, pandai merangkai kata-kata lewat tulisan, memiliki otak yang cerdas dengan pemikiran-pemikiran melebihi teman sebayanya, meski teman-temannya menganggapnya bodoh karena tidak pintar berkomunikasi di depan umum, namun dalam nilai ulangan atau ujian tulis, nilai samira tidak pernah di bawah 90. Dia juga pandai menulis, samira sudah memiliki dua buku yang di terbitkan oleh penerbit terkenal di indonesia. Namun hal tersebut belum membuat orang tuanya bangga, karena menurut kedua orang tuanya, pandai berbicara dan pandai berteman adalah hal yang sangat di butuhkan nantinya, bukan hanya menulis, atau berdiam diri saja di rumah.

Diposkan pada coretanku

Sudah Hadir Ebook Mentari Gersang

image

Telah hadir Ebook Mentari Gersang.
Penulis: Yogia Galih Adiratna
Penerbit:
Ae Publishing

Sinopsis:
Setiap manusia memiliki kisah hidup yang beragam warna, namun di dalam kisah itu banyak sebuah kisah yang menyedihkan baginya, kisah yang mungkin tak pernah mereka harapkan muncul dalam kehidupan. Manusia tidak bisa menulis takdir hidupnya sendiri, namun manusia bisa memperbaiki nasip hidupnya, dengan cara mengambil segala makna kisah yang hadir dalam setiap langkah kehidupan ini. Banyak manusia yang hanya menggerutu saat kisah hidup yang tidak diharapkan muncul, cobaan misalnya.
Namun ada juga dari manusia ini yang memahami akan keindahan juga pembelajaran yang akan di dapat di dalam setiap kisah yang hadir, walaupun itu adalah kisah yang tidak di harapkan banyak orang untuk datang di dalam kehidupan mereka.

Mentari Gersang adalah buku pertama saya yang terbit pada tahun 2014, berkat dorongan dari sahabat-sahabat saya di kampus, yang memberi ide untuk membukukan karya-karya saya. Alhamdulillah saya akhirnya bisa membukukan karya-karya saya tersebut.

Jika ada pemesanan buku cetak dengan syarat pemesanan/pemesan minimal lima orang, saya akan kembali cetak buku tersebut di penerbit. Untuk harga bukunya sendiri (35.000)

Dan untuk pemesanan ebook maupun buku cetak silahkan kirim pesan di email: Dhiyrra@gmail.com atau facebook saya (Dhiyrra nana yogia).

Terimakasih, semoga bermanfaat

Diposkan pada coretanku

Disaat Aku Patah Hati

tumpukan-buku-di-rak

Hei, aku sangat teringat saat pertama kali aku mengagumi mu, aku begitu semangat berada di dekatmu, membacamu dengan bergitu bahagia. Aku pun mencoba untuk mecarimu di toko-toko buku. Namun, saat itu aku begitu kecewa, rasanya aku sudah kau buat patah hati. Semangatku pun menurun seketika. Kau tak sebijak yang ku kira, ilmu yang ada di buku yang ku beli jauh-jauh, tidak membuatku merasa bahagia, aku sangat kecewa. Kau telah membuatku patah hati.

helpbook-25156_640

Aku pun beberapa hari tak lagi membuka mu, hanya karena satu buku itu. Aku sudah merasa di buat patah semangat oleh kalian, sahabat-sahabat yang selalu menemaniku. Namun ada temanku yang berkata dan menyadarkan ku dengan seketika “Dek, terkadang ada buku yang isinya tidak sesuai dengan kita, jadi kalau mau beli buku lihat dulu siapa yang nulis, nama penerbitnya, dan kamu juga bisa mencari resensi buku tersebut agar kamu tahu buku itu isinya sesuai atau tidak denganmu.” Disaat itulah aku merasa bersalah, aku sudah memarahimu hingga kembali cuek padamu seperti dulu. Kau tak salah, maafkan aku yang sudah mengecewakanmu kedua kalinya. Mulai saat ini aku akan hati-hati memilih buku untuk aku baca, tentu sesuai denganku, ternyata bukan berarti buku itu tidak bagus. Bisa jadi buat orang lain buku itu layak baca, karena sesuai dengannya. Namun belum tentu dengan ku. Jadi carilah buku yang sesuai denganmu, agar tidak patah hati kau nantinya. Hehe 😀

Diposkan pada coretanku

Disaat Aku Mengagumi mu

buku-animasi2

Teringat pertama kali aku mengenalmu lewat teman baik ku. Malam itu, ya aku masih sangat teringat dengan malam itu. Aku yang diam hanya memperhatikanmu di sekeliling mereka, kau nampak bijak dan cerdas sekali, ya itu sangat terlihat padamu. Kau sudah membuat teman-teman ku tersenyum bahagia, ternyata kau juga pandai melucu, daya imajinasimu sangat tinggi, pengetahuan mu pun begitu luas. Aku hanya memperhatikanmu tanpa mengatakan satu dua buah kata pun, karena aku begitu kagum saaat melihat betapa engkau nampak sangat di hargai oleh teman-teman ku. Disaat itulah aku juga seakan mulai menghargaimu dan mengagumi mu, kau tak sekaku yang ku kira waktu dulu. Dulu, ya dulu sebelum aku menyadari dirimu yang sesungguhnya, melihatmu pun aku sudah malas sekali, apa lagi harus membuka dan membaca mu. Ya, dulu aku tidak suka membuka buku, apa lagi membacanya. Aku lebih suka bermain dengan hp ku atau sekedar menonton tv, aku selalu cuek padamu. Namun semua berubah saat mereka memperkenalkanku padamu, ya padamu buku.

buku

Maaf aku sudah salah menilaimu, jari jemari tangan yang menghidupkan mu dengan berbagai pemikiran-pemikiran yang berbeda sungguh mengagumkan, aku merasa bahagia saat selesai membacamu dan ingin membaca ilmu-ilmu lain yang ada di dirimu, atau hanya sekedar membaca hasil karya imajinasimu yang tinggi itu. Kau terlahir dari pencipta yang indah, terlihat dari ilmu yang ada di dirimu, maaf dulu aku tak pernah mau bersahabat dengan mu. Namun, kini kau selalu ada bersamaku, semoga kejenuhan tidak pernah datang untuk mu. Buku terimakasih sudah menjadi warna baru dalam hidupku

Diposkan pada coretanku

Alergi Dengan Kata “Mungkin (Untuk kelas G Psikologi 2013)

Ini bukan cerita ngenes, tapi kisah dimana kelas gue mendapat peraturan jika menggunakan atau mengatakan kata “Mungkin” dalam kelas salah satu mata kuliah, maka kami akan di denda 200 rupiah. Lebih tepatnya mata kuliah Teori dan Teknik Intervendi Individu.

Untungnya gue gak permah kena denda, tapi beberapa teman kelas sudah menjadi korban dalam peraturan tersebut. Hari demi hari berganti, kata mungkin semakin melekat dalam pikiran kami, hingga tanpa sadar seakan kami menjadi alergi dengan kata “Mungkin”.

Pada kelas lain pun, saat dosen atau teman-teman mengatakan kata mungkin, serentak satu kelas mengucapkan “Mungkiiiiiiiiin”, dan ya ekspresi dosen mendengar kami semua kompak mengatakan itu menjadi berubah sedikit aneh seperti tampak heran, di tambah senyam-senyum seperti salah tingkah. Lucu memang, namun  ya begitulah. Semua terjadi begitu saja. Pada setiap semester pasti ada kata baru yang menghiasi kelas kami setiap hari, seperti “Sebut saja bunga” “Ataghfirullah” “Yang sabar ya mbak” itu adalah kata yang sangat populer di kelas kami saat semester tiga yang lalu. Dan satu lagi, yang paling populer di semester kemarin adalah jenis musik baru yang hampir setiap hari kami dengarkan, yaitu “Verbatim” Hahahahaha.

Ya, itulah sedikit penghibur dalam kelas Psikologi G 2013, tak terasa semester empat akan segera selesai. Kata apakah yang akan populer di semester selanjutnya? Nantikan saja 😀

Diposkan pada coretanku

Menanti Paketan Internet Tengah Malam

Loe pernah gak merasa sebel saat tahu bahwa paketan kartu loe terpecah belah (Beberapa Mb di tengah malam “00.00” hingga jam 12 siang, dan beberapa MB di siang hingga malam hari) dan loe harus menerima nasib saat paketan siang loe abis, dan paketan internet malam masih sangat banyak. Karena loe sendiri gak pernah gunain paketan malam yang ada. Dan itulah yang terjadi dengan gue sekarang, ngenes banget rasanya.

Hidup tanpa internet itu rasanya seperti makan mie instan tanpa bumbu, pasti gaenak banget kan?

Dan beberapa hari ini, gue jadi terbiasa begadang, karena tergiur untuk menggunakan paketan internet tengah malam itu, agar tidak terbuang sia-sia.Hehe

Tapi di saat waktu menunjukan pukul 12 siang, gue pun kembali bengong dan merasa ngenes lagi, kagak tahu mau berbuat apa. Hanya bengong dan maenin remot tv, karena tv gue pun beberapa hari ini penuh dengan semut yang berkeliaran, udah kayak itu semut lagi asik memakan artis-artis di dalamnya. Akibat terkena virus para tukang yang sedang membangun kamar baru di samping kamar kos gue. Rasa ke-ngenesan bin ke-sebelan pun jadi dobel. Gak jarang gue memilih nongkrong di kampus, biasalah nyari wiffi dan iseng download-download film. Karena gue sekarang lagi keranjingan nonton film pendek, awalnya sih gara-gara nonton film pendek Cinta subuh, jadi berkelanjutan buat kepoin film-film pendek islam yang lainnya. Lumayan lah untuk menghibur diri, seenggaknya rasa ngenes dalam diri gue sedikit terobati dengan film pendek itu.

Dan disaat tengah malam tiba gue pun kembali mempergunakan paketan malam untuk menjelajah dunia maya, dan seperti biasa gue mencari film-film pendek buat di koleksi.

Ini kisah kengenesan gue gara-gara paket internet yang gak setia kawan. Bagaimana dengan kengenesan loe?

Apakah loe lebih beruntung dari pada gue?

atau sama saja?

Jangan-jangan lebih parah?

Heheheheh 😀

Diposkan pada coretanku

Kalau Bisa Sekarang Kenapa Tunggu Ajal Datang

maxresdefault

Assalamu’alaikum para muslimah yang cantik dan sholehah?

Bagaimana kabar mu hari ini?

Sudah berhijab belum? Semoga sudah ya

Untuk yang belum, segeralah berhijab, hijabi diri kalian karena itu perintah Allah.
Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk di kenal karena itu mereka tidak di ganggu.Dan Allah adalah maha pengampun dan penyayang.” (Al Ahzab.59).

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An Nuur 24:31)

Apa yang membuat kalian tidak mau menutup aurat?

Malah lebih memilih mengumbar aurat dengan menggunakan baju atau pakaian yang kurang bahan. Wahai para muslimah yang In syaa Allah Sholehah calon-calon penghuni syurga. Tutupilah aurat kalian, sayangilah dirimu, jangan siksa ia dengan caramu mengumbar aurat seperti itu. Hargailah dia dengan cara menutupinya, dengan menggunakan baju longgar dan tidak memperlihatkan lekuk tubuh, juga menggunakan krudung yang kamu ulur hingga menutupi dada.

175

Wahai para muslimah yang cantik, jika engkau memang menyayangi ayahmu, maka tutupilah auratmu, agar beliau tidak di seret ke dalam neraka ang sangat panas itu.

767764634  Wahai para muslimah, tutupilah auratmu, sebelum auratmu ditutupkan dengan menggunakan kafan, dan engkau hanya bisa menyesal nantinya.

 Wassalamu’alaikum
Diposkan pada coretanku

Kapan Mau Hijrah?

 hij
Kapan mau hijrah?

Yuk bersama-sama kita hijrah, memperbaiki diri selagi Allah masih memberikan waktu untuk kita. Dekatilah Allah dengan cara lakukan apa yang Allah ridhoi, dan jauhi larangannya. Mengapa kita mendekati dunia hingga melupakan Allah, mementingkan dunia tanpa memikirkan kepentinganmu untuk beribadah kepadanya.

Allah yang sudah memberimu kesempatan untuk merasakan kehidupan di dunia, bisa merasakan memiliki keluarga, bisa merasakan memiliki teman, bisa merasakan kesempatan untuk beribadah kepadanya.

Namun, kenapa kamu abaikan Allah?

Kenapa kamu cuek sama Allah?


Berhijrah lah.

 Kita selalu memusingkan penampilan, karena takut di kritik orang, namun pernahkah kita mementingkan penampilan di hadapan Allah?


Kita manusia selalu berdandan agar di pandang cantik atau pun ganteng di hadapan manusia, namun pernahkah kita ingin di pandang cantik atau ganteng dihadapan Allah, tanpa harus m
enghabiskan uang ratusan ribu untuk membeli peralatan berdandan?

Hanya dengan berwudhu, beribadah, dan berbuat baiklah yang harus kita lakukan. 


Kita selalu mementingkan kebahagiaan di dunia, hingga gila kerja melakukan apapun untuk mendapatkan kebahagiaan dunia.
Namun pernahkan kita memikirkan kebahagiaan kita setelah Allah memanggil kita untuk pulang?

Sampai kapan kita diam terhadap Allah?

Sampai kapan kita memikirkan kesenangan di dunia hingga melupakannya?

Kita tahu apa itu buruk apa itu baik, mana yang boleh di kerjakan mana yang tidak boleh di kerjakan, mana yang dosa, mana yang tidak. Namun, kenapa kita selalu melakukan hal-hal yang tidak Allah ridhoi dengan mudahnya? Dan merasa sulit untuk melakukan kebaikan dan menjalankan apa yang Allah ridhoi?

Bukan, berbuat apa yang Allah ridhoi itu bukan sebuah kesulitan, malah kita akan mendapat kedamian saat melakukan itu, kita akan mendapat kebahagiaan saat merasa dekat dengan Allah.

Marilah berhijrah dan mendekat kepada Allah, saat memiliki masalah curhatlah kepada Allah, bukan malah memaki-maki apa yang ada di depanmu dan mengumbar emosi. Bersabarlah Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan umatnya. Kita mampu untuk melewati rintangan selagi ada Allah bersama kita.

hijrah

Siapapun kamu dimasalalu, kamu masih memiliki kesempatan untuk menjadi muslim dan muslimah yang baik. Tumbuhkanlah keinginan untuk baik di hadapan Allah, meskipun engkau tidak dianggap baik di hadapan manusia. Yakinlah Allah akan memafkanmu selagi kamu bersungguh-sungguh untuk bertaubat kepadanya dan tidak mengulangi kesalahan mu yang terdahulu. Sebelum ajal menjemput dan engkau menyesal nantinya.